The memes are posts of MemeCenter. Too look the site click here

Thursday, 4 February 2016

Sepertinya gua adalah orang yang sangat susah untuk memfokuskan diri -_- seperti yang kalian tahu gua membuat sebuah webnovel yang berjudul "Petualangan Dunia Baru" dan gua sangat lama  melanjutkan chapter baru webnovel ini. 

Walaupun begitu gua tetap masih menulis webnovel ini, tetapi berjalan dengan sangat lamban. Sekarang gua adalah anak SMA kelas 3, dan bagi kalian yang tahu (atau yang tidak) pada SMA kelas 3 di Indonesia itu sibuk dengan tugas, dan ujian , lebih banyak ujiannya sebenarnya. Dan gua minta maaf untuk pembaca blog gua karena gua ngaret. Dan gua juga minta maaf juga kepada kalian yang sepertinya tertarik dengan webnovel gua. 

Itu aja sih yang pengen gua omongin dalam post hari ini, dan jangan hilang harapan ya! Gua masih tetap menulis, walaupun ngaret. Dan btw gua juga lagi pengen ngebikin webnovel baru nih kayaknya hehehe, tapi kayaknya belum akan gua rilis sebelum gua selesaikan webnovel "Petualangan Dunia Baru."

It seem like I'm the type of person who can't focus -_- as you guys know I have made a webnovel titled "Petualangan Dunia Baru" and I'm really slow updating this webnovel.

Even so I still continue to write this webnovel, even though it takes a lot of time. Now I'm a third grade highschooler and for all to you who knows (or not) a third grade highschooler in Indonesia is filled with asssignments and tests, mostly tests though. And I am really sorry for the readers of my blog because I proscratinated. And also I apologize for the people who had interests to my webnovel.

Thats all I really want to say in this post actually, but don't lose hope! I'm still writing, even though I proscratinated. And by the way I feel like making a new webnovel series hehehe, but seems like I wont release it until I finished "Petualangan Dunia Baru"

Thursday, 3 December 2015

Chapter 02 : Perlawanan Balik (Petulangan Dunia Baru)

Di saat seperti aku harus diam saja, aku percaya kepada mereka dan apa yang dibilang David memang benar. Kalau aku tetap keras kepala untuk melaju kesana mungkin aku tidak hanya terluka tetapi sudah menjadi tidak tertolong. Walaupun begitu, tetap saja aku tidak bisa membiarkan mereka untuk tetap melawan sendiri. Akupun berdiri untuk menuju mereka tetapi sebelum itu aku harus melihat situasi dahulu. Sekarang mereka sedang melawan si Alpha dan dua anjing liar, mereka masih bisa menahan mereka tetapi tidak cukup untuk mengalahkan anjing-anjing liar itu.

“Reza!” teriakku. “Mundur! Dan fokuskan panahmu untuk kedua anjing liar itu!”

“Coba untuk tembak di sekitar bahu mereka, Rio dan David! Bersiaplah apabila panahnya Reza berhasil menembak kedua anjing liar itu!” perintahku.

Reza dan yang lainnya mengikuti kata-kataku, dan sekarang saatnya untuk menyelesaikan perlawanan ini. Reza berhasil untuk mundur cukup jauh untuk memfokuskan panahnya kepada dua anjing liar itu. Untunglah kedua anjing liar itu lebih memperhatikan Rio dan David, ini akan mempermudah Reza untuk mengeker anjing-anjing liar itu.

Reza memulai menembakan panahnya, beberapa panah sudah dilontarkan tetapi sayangnya belum ada yang tepat mengenai anjing-anjing itu.

“Reza! Jangan terburu-buru, aku tahu Rio dan David sedang bersusah payah untuk menahan mereka tetapi apabila panahmu tidak ada yang mengenai anjing itu maka kamu hanya membuang-buang anak panah!”

“Iya! Maaf,” jawab Reza.

Kulihat Reza mulai menenangkan dirinya dan menarik anak panahnya dengan perlahan. Melesatlah panah itu, dan dengan panah itu mengenai bahu salah satu anjing liar itu. Disaat panah itu sudah mengenai salah satu anjing itu David pun beraksi dan menyayat anjing itu. Gugurlah satu, hanya satu anjing liar lagi dengan sang Alpha yang tersisa. Reza juga sudah mulai untuk menarik panahnya lagi, dan terjadi lagi. Dengan satu panah yang dilontarkan dari busur panahnya mengenai anjing liar satunya, tetapi kali ini tidak mengenai bahunya melainkan menembus leher anjing itu. Dan hanya sang Alpha yang tersisa.

“Rio! Alpha itu kuserahkan padamu! Tetapi jangan bunuh dia, buatlah pingsan saja!”

Rio melihatku dengan kebingungan tetapi setelah itu dia menjawab, “Baiklah!”

Dengan tersisa satu musuh saja Rio dapat dengan mudah melawan sang Alpha, karena dengan ini ia bisa untuk memusatkan kekuatannya pada satu lawan. Rio mungkin adalah orang terkuat di grup kami, secara fisik tentunya. Apabila dilihat dari kepintarannya mungkin Rio hanya pintar dalam hal ‘lain’.

Aku berjalan menuju Reza dan David yang kuperhatikan sudah sedikit kewelahan karena melawan Alpha dan anjing-anjing liar tadi.

“Kerja yang bagus Za, kamu juga David.” Kataku.

Mereka menjawab dengan mengangguk saja.

“Ky,” ucap David, “kenapa tidak dihabiskan saja Alpha itu? Bukankah akan lebih bagus apabila sang Alpha itu sudah tidak mengganggu kita lagi?”

“Kamu pikir saja dahulu vid, apabila sang Alpha itu sudah tidak ada menurutmu akan membuat anjing-anjing itu berhenti menyerang manusia? Tentu tidak.” Jawab Rio.

Memang Rio itu cepat tangkap akan situasi, persis seperti yang kupikirkan.

“Ya, benar apa kata Rio tadi. Kalau kita habiskan sang Alpha itu yang kutakutkan adalah anjing-anjing liar itu malah semakin buas karena tidak ada yang mengontrol mereka.” Kubilang kepada David, “Tanpa sebuah pemimpin, sebuah kelompok akan menjadi tidak terkontrol dan anjing-anjing itu dengan bebas akan menyerang siapapun atau apapun.”

“Tapi bukankah mereka memang sudah menyerang siapapun?” Tanya David lagi.

“Tidak juga, lihatlah sekitarmu,” kujawab, “Menurutmu mengapa ada banyak sekali anjing liar disini? Disini adalah sarangnya mereka, mereka hanya sekedar mempertahankannya. Kita juga akan melakukan yang sama apabila rumah kita di serbu oleh orang yang tidak kita kenal.”

David mengangguk dengan penjelasanku, sepertinya dia sudah paham dengan maksudku. Disaat aku sudah selesai menjelaskan kepada David, Reza pun datang.

“Ngomong-ngomong tadi kenapa kita tidak habiskan saja Alphanya?” Tanya Reza.

“Haduh za! Aku kira disaat kamu bilang siap kamu sudah tahu alasannya!” Jawabku, “kalau begitu kenapa kamu setuju saja dengan ucapanku?”

“Karena aku percaya akan ucapanmu” Jawab Reza dengan senyum.

Aku menghela nafas, dan tersenyum akan omongan Reza tadi.

“Baiklah, kalau begitu mari kita pulang. Tujuan kita disini sudah selesai.”

Tugas kita sebenarnya hanya untuk mencari tahu apabila binatang yang dilaporkan itu akan merepotkan desa atau tidak. Dan kami setuju untuk melawan karena situasinya saat itu membahayakan kami saja. Disaat kami pulang, aku yakin bahwa kami akan dimarahi oleh om.

Jarak desa dari sarang itu sekitar 30 menit. Aku sangat tidak suka berjalan seperti ini, sehabis bertarung harus berjalan lagi. Sungguh melelahkan.

“Ngomong-ngomong Za, kamu tidak ada luka disaat melawan Alpha?” tanya David.

“Tadi hanya bajuku saja yang terobek.” jawab Reza.

“Hebat, Riky saja yang melawannya sampai terluka,” David membalas.

“Riky kan, bukan monster berkekuatan besar seperti Reza,” Ucap Rio, “ngomong-ngomong sudah baikan Rik?”

“Sudah tidak terlalu parah seperti tadi,” jawabku, “sekarang lukaku sudah kering.”

Aku mendengar Reza menghela nafasnya, “Sehabis ini kita akan dimarahi om ya,” kata reza.


Setelah mendengar perkataan Reza, aku dan yang lainnya juga menghela nafas. Tanpa disadari ternyata kami sudah berada didepan gerbang desa.

Tuesday, 1 December 2015

Yup sorry untuk semua karena gua jarang blogging, kemarin (udah lama sih sebenarnya) ada sedikit komplikasi. Dan yang gua maksud dengan komplikasi adalah UTS. 

Saat-saat yang indah, bukan saat ulangannya tentunya. Melainkan disaat gua dan teman-teman gua pulang cepat. Yak benar sekali.

Dan sehabis UTS gua ada acara, dan acara itu kalau gasalah pernah gua publish di blog ini. Yaitu Quatrolympic 8. Untuk cerita Quatro gua akan post di post yang lain.

Dan sehabis itu gua juga habis quota untuk ngeblog (maafkan saya untuk tidak mempunyai uang).

Yang penting adalah gua sudah balik, dan gua akan coba terus update XD

Skyrim FF ; Daedra Champion (Journal Log : 8)

From the information that I retrieved, the Daedra prince thats been rumored is Mephala, the lady of whsipers.

I've known Mephala from my studies, and if I'm correct that this artifact that resides in Whiterun is the Ebony Blade. The blade has changed hands over the years, If I'm not mistaken the eternal champion once wield this blade, for reasons unknown the blade has been passed over until it reaches here on Whiterun.

The thing is... the one that catches my attention is when I was gathering information, there are rumours that connecting to Nelkir, the youngest son of Balgruuf. But just as I said those were the rumours.

I can't confirm it nor denied it, because Nelkir himself have gone nowhere to be found. After the Skyrim civil war, many have been gone, with no ties that can be reached to them. Although there are possibility of them being dead.

And from all the evidence I've gathered, the blade seem to be keeped in Dragonsreach dungeon. And of course when I go there, there are nothing inside. When I asked to the guards they tell me they did'nt know. But some of them says that the kindly stranger, seem to go here once.

Could it be that the Dragonborn is the Daedric Prince champion?

From : http://mediziner.deviantart.com/art/Ryzler-with-Ebony-Blade-303490635


No, it could'nt be.


Friday, 16 October 2015

Skyrim FF : Daedra in Whiterun? (Journal Log : 7)

After I talked to Vilkas, I began to resent the Dragonborn for abandoning the Companions. But every time that I talked to Vilkas, he always look up to the Dragonborn. Even his last words when we parted ways is "If you go on your journey, and continued your research well. If you had the chance to meet him, tell him. THE CIRCLE IS WAITING FOR YOU HARBINGER."

From what I heard from Vilkas the Dragonborn is an unforgivable person that abandoned his companions, but Vilkas really don't think of it that way, Like he is somehow saved by the Dragonborn.

But that part of my journey is finished.

Now I'm moving on to my next research. I'm now at the city of Whiterun again, but I came here not to research on the Dragonborn.

Its something else.

There are rumors around that says a champion of Daedric prince was here. Its intriguing.

I also did some research on the Daedra myself. After I heard about the Oblivion Crisis that happened, I began to researched some information about the Daedra.

From what researched it seems like that there was a Daedric Artifact here! And the one that retrieved it became its champion.

That statement is still just a speculation of mine though.

It seems like my Dragonborn research is going to be postponed for a while.

From : http://psypher101.deviantart.com/art/Champion-of-Boethiah-272917815